RESUME MATERI 1
Pengembangan Karakter Mahasiswa
Pemateri : kapolda lampung, Irjen. Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si.
Setiap mahasiswa harus mempunyai karakter untuk sukses, jangan cuma datang ke kampus lalu pulang
IPK itu bukan indikator utama bahwa kalian akan sukses tapi karakter lah yang menentukan kalian akan sukses atau tidak
Society 5.0 adalah sebuah konsep masyarakat yg berpusat pd manusia dan berbasis teknologi. Pada era ini, masy diharapkan mampu menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dan memanfaatkan berbagai inovasi yg lahir di era revolusi industri 4.0 utk meningkatkan kualitas hidup manusia. Dunia pendidikan di era 5.0 pendidikan keteladanan. menekankan karakter, pada dan ilmu dpt digantikan teknologi sedangkan moral, penerapan soft skill maupun hard skill yg dimiliki tiap peserta didik tdk dpt digantikan oleh teknologi. Tantangan menuju Indonesia Emas Kesenjangan ekonomi, ketimpangan pendidikan, dan meningkatnya intoleransi di Indonesia
Bagaimana Society 5.0 Bekerja?
Society 5.0 mencapai tingkat konvergensi yang tinggi antara dunia maya (dunia virtual) dan dunia fisik (dunia nyata). Di masy informasi masa lalu (Society 4.0), orang akan mengakses layanan cloud (database) di dunia maya melalui Internet dan mencari, mengambil, dan menganalisis informasi atau data.
Di Society 5.0, informasi dalam jumlah yg sangat besar yg berasal dunia nyata terakumulasi di dunia maya. Di dunia maya, big data ini dianalisis dgn kecerdasan buatan (artificial intelligence, Al), dan hasil analisis diumpankan kembali ke manusia dalam dunia fisik dalam berbagai bentuk.
Dalam masy informasi masa lalu (Society 4.0), kegiatan yg umum dilakukan adalah mengumpulkan informasi melalui jaringan dan dianalisis oleh manusia. Namun, di Society 5.0, orang, benda, dan sistem semuanya terhubung di dunia maya dan hasil olah data oleh Al yg mampu melebihi kemampuan manusia diumpankan kembali ke dunia nyata. Proses ini membawa nilai baru bagi industri dan masy dengan cara yg sebelumnya tidak mungkin dilakukan.
• Kejahatan Yang dimungkinkan dimasa depan
KEJAHATAN KESEHATAN: KLONING DNA ILLEGAL UTK TUJUAN REPRODUKSI ATAU AMBIL ORGAN, KLONING VIRUS DAN OBAT. RETAS APLIKASI DATA KESEHATAN.
KEJAHATAN COMPUTER: MERETAS SISTEM TERENKRIPSI ILLEGAL, PERALATAN YG BERHUB DGN INTERNET, MEREKAYASA KECERDASAN BUATAN (AI) DAN MERETAS HEADSET/KACAMATA/LENSA KONTAK AR ATAU VR SESEORANG UNTUK MEMATΑ-ΜΑΤΑΙ ΑΡΑ YANG MEREKA LIHAT.
KEJAHATAN HIBURAN: HUB SEKS VR DGN AVATAR ILLEGAL, ROBOT, OLAH RAGA EXTREM
KEJAHATAN BUDAYA: PERNIKAHAN ANTARA MANUSIA DAN AI, MENDISKRIMINASI SESEORANG BERDASARKAN GENETIKANYA.
KEJAHATAN KOTA: PERETASAN KE BERBAGAI SISTEM INFRASTRUKTUR KOTA UNTUK MENONAKTIFKAN ATA MENGHANCURKAN FUNGSINYA, SISTEM CCTV KOTA, MESIN KONSTRUKSI OTOMATIS
KEJAHATAN LINGKUNGAN : REKAYASA GENETIKA VIRUS, HEWAN ATAU SERANGGA, REKAYASA LINGKUNGAN TERTENTU TANPA PERSETUJUAN.
KEJAHATAN PENDIDIKAN
REKAYASA OBAT-OBATAN NOOTROPIK KHUSUS YG MEMBERI PENGGUNA KEMAMPUAN KOGNITIF MANUSIA SUPER, SEHINGGA MEMBUAT SEBAGIAN BESAR BENTUK PENGUJIAN PENDIDIKAN TRADISIONAL MENJADI USANG, MEMBELI AI PASAR GELAP UNTUK MENGERJAKAN SEMUA PEKERJAAN RUMAH ANDA.
KEJAHATAN ENERGI:
MENCURI WIFI, MEMBANGUN REAKTOR NUKLIR, THORIUM, ATAU FUSI, MERETAS JARINGAN LISTRIK SUATU NEGARA
KEJAHATAN MAKANAN: KLONING TERNAK, MERETAS KENDALI DRONE ROBOT PERTANIAN PINTAR UTK MENCURI ATAU MERUSAK HASIL PANENNYA, MEMASUKKAN PENYAKIT HASIL REKAYASA GENETIKA KE DALAM DAGING YG DIPRODUKSI DI PETERNAKAN AKUAKULTUR ATAU LABORATORIUM PEMROSESAN DAGING.
Manfaat Kuliah sambil Bekerja:
-Memperbesar peluang sukses
-Menambah wawasan
-Melatih kemampuan time management
-Memperluas networking
-Melatih kesabaran dan emosi
-Menentukan skala prioritas
-Melatih leadership dan teamwork
•• PERAN MAHASISWA DALAM MENJAGA KETERTIBAN MASYARAKAT:
MENJUNJUNG KEAKRABAN, TOLERANSI DAN MENGHORMATI HAK-HAK SESAMA MAHASISWA MAUPUN MASY DI INTERNAL MAUPUN EKSTERNAL KAMPUS.
MENGINFORMASIKAN KE DEKAN/REKTOR SECARA BERJENJANG APABILA ADA INDIKASI YANG AKAN MENGGANGGU KETERTIBAN KAMPUS.
PEDULI UNTUK MENJAGA LINGKUNGAN
RESUME MATERI 2
Transformasi Bandar Lampung Menuju Kota Metropolitan
Pemateri: Hj Eva Dwiana
1. Jadikan PKKMB untuk mahasiswa baru sebagai wahana untuk memahami kegiatan kampus sebagai lingkungan akademik.
2. Jadikan PKKMB bagi mahasiswa baru sebagai forum untuk meningkatkan wawasan baru dalam pengawasan saran akademik yang berasal dari kampus secara maksimal.
3. Memberikan pemahaman rentang wacana kebangsaan serta pendidikan yang mencerdaskan mahasiswa dengan nilai nilai kemanusiaan.
4. Mempersiapkan mahasiswa agar mampu belajar di Universitas Lampung serta memmatuhi norma-norma di kampus.
Saya harap anda dapat memberikan gagasan dan inovatif untuk memecahkan permasalahan di Kota Bandar Lampung. Gunakan masa2 perkuliahan ini untuk menggembangkan diri,berorganisasi, berinteraksi dengan masyrakat kesempatan berkuliah untuk keluar dari zona nyaman, dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang utuk belajar, untuk menjadikan Bandar Lampung menjadi kota metropolitan yang maju, sejahtera dan menjadi kebanggan kita semua.
RESUME MATERI 3
Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri.
Pemateri: Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono. S.Si., M.T
Beliau menekankan bahwa
Universitas Lampung telah mengalami perkembangan signifikan dalam lima tahun terakhir, terutama dalam pencapaian akreditasi internasional. Hal ini tercermin dengan adanya lima program studi yang telah menjadi anggota lembaga akreditasi internasional, bahkan salah satunya, yaitu Program Studi Kimia, berhasil meraih akreditasi dari lembaga RSC di Inggris. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di
Universitas Lampung semakin diakui di kancah global. Dalam pemaparannya, Prof. Suripto memperkenalkan konsep “BE STRONG” yang bukan sekadar semboyan, melainkan akronim yang sarat makna.
B (Business Sector) menggambarkan pentingnya
kontribusi universitas dalam mendukung sektor bisnis.
E (Empowerment of Human Resource) menekankan pemberdayaan
sumber daya manusia agar berdaya saing tinggi.
S (Service for Community) menegaskan peran perguruan tinggi dalam memberikan
pelayanan nyata kepada masyarakat.
T (Teaching) dan R (Research) menunjukkan inti dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi
pada pengajaran dan penelitian.
O (Organizational Partnership) menggarisbawahi pentingnya kemitraan kelembagaan,
N (Network Infrastructure) menekankan penguatan jaringan dan infrastruktur, sementara
G (Good University Governance) mengarah pada tata kelola universitas yang baik. Konsep ini sekaligus menjadi fondasi transformasi universitas menghadapi tantangan era digital.
Lebih lanjut, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan institusi semata, melainkan juga ditopang oleh ketersediaanfasilitas yang memadai. Universitas Lampung telah menyediakan beragam sarana penunjang akademik maupun non-akademik, seperti perpustakaan, laboratorium, fasilitas olahraga, laboratorium terpadu dan pusat inovasi, serta rusunawa atau asrama mahasiswa. Fasilitas ini dirancang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, penelitian, pengembangan kreativitas, sekaligus pembinaan karakter mahasiswa. Prof. Suripto juga menegaskan bahwa transformasi perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri sangat bergantung pada peran aktif mahasiswa dan dosen. Mahasiswa dituntut untuk lebih adaptif, kreatif, serta berani mengeksplorasi potensi diri dengan memanfaatkan teknologi digital. Sementara itu, dosen memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kompetensi, memperbarui metode pengajaran, serta berorientasi pada penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyaraka dan industri. Sinergi antara mahasiswa dan dosen inilah yang akan melahirkan inovasi dan menjadikan perguruan tinggi lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, perguruan tinggi di era digital tidak hanya berfungsi
sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Universitas Lampung diharapkan mampu menjadi universitas berkelas dunia dengan menyeimbangkan tradisi akademik, kemajuan teknologi, serta pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi yang solid antara seluruh civitas akademika.
RESUME MATERI 4
Kehidupan berbangsa,Benegara, Jati diri bangsa, dan Pembinaan kesadaran
Pemateri: Komandan Korem 043/Gatam: Brigjen TNI Brigjen TNI Haryantana, S.H.
Narkoba, menjadi musuh bangsa yang dapat merusak generasi. Perangi narkoba, kalau tidak akan membahayai generasi bangsa. Permasalahn-permasalahan bangsa kita, narkoba,
Wawasan kebangsaan ada 3 unsur,
- Rasa bangsa
-Paham kebangsaan
- Semangat kebangsaan
Kita harus mempunyai rasa cinta dan ingin memiliki terhadap bangsa dan negara. Pahami konsep kebangsaan termasuk sejarah, nilai-nilai dan tujuan nasional. Bangsa Indonesia adalah negara yang kaya, kita harus ada dorongan dan motivasi sehingga antuasias dalam kepentingan bangsa dan negara.
Nilai Nilai Dasar Wawasan Kebangsaan
- Sikap perhargaan kepada harkat, martabat, beradab manusia
- Cita2 tehadap bangsa tanah air
- Kesetiaan sosial
Ancaman Bangsa : komunis (gerakan kiri) , gerakan separatis, tawuran pelajar, narkoba, pergaulan bebas
Masalah demografi = pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan program pemerataan
Kehilangan jati diri
Hilangnya kemampuan bela negara
Menurunya rasa nasionalis
Bagaimana mengatasinya?
Mempunyai karakter, tujuan hidup yang jelas, menggali potensi diri, harus kerja keras, berani berkompetisi dalam hal yang positif, menggali potensi yang positif, paham terhadap aturan. Contoh ; taat aturan kampus, menghargai perbedaan. Negara kita adalah negara Bhineka Tunggal Ika. Tujuan utama berbangsa , untuk kepentingan nasioanal, harus mempunyai wawasan kebangsaan. Arti penting wawasan di era globalisasi=untuk menghadapi ancaman, ancaman terhadap gangguan yang membahayakan kedaultan bangsa dalam bentuk militer, non militer, hibrida.Sehingga kita harus waspada, kenali kasus dan komplain pada negara kita. Kita harus memandang secara global, beraksi secara lokal. Harapan para dosen dan saya sebagai pemateri, karakter mahasiswa/i mempunyai wawasan kebangsaan sebagai penentu bangsa sebagai generasi penerus bangsa.
0 Komentar